Minggu, 27 November 2022

Pengalaman Supervisi

 Assalamualaikum wr wb

Tabik Pun,

Salam dan Bahagia,

Pada sesi mulai dari dari diri ini, Saya akan menjawab pertanyaan-pertanyaan reflektif terkait supervisi akademik dan pengembangan kompetensi diri.

Pertanyaan-pertanyaan reflektif sesi mulai dari diri:

  1. Selama menjadi guru, tentunya pembelajaran Saya pernah diobservasi atau disupervisi oleh kepala sekolah Saya.  Saya sering disupervisi bahkan sepekan lalu saya pun dari disupervisi di kelas, perasaan saya saat disupervisi sangat senang karena saya menjadi termotivasi untuk memperbaiki diri dari hasil masukkan yang diberikan selama supervisi.
  2. Pengalaman Saya saat observasi dan pasca kegiatan observasi tersebut adalah Saat disupervisi saya menjadi lebih bersemangat dalam mengajar karena saya ingin diberikan masukkan dan tanggapan dari apa yang saya praktikkan guna perbaikan saya selanjutnya. setelah disupervisi saya berusaha memperbaiki hal-hal terkait masukkan-masukkan yang diberikan.
  3. Menurut Saya, proses supervisi akademik yang ideal yang dapat membantu diri Saya berkembang sebagai seorang pendidik adalah bukan hanya melakukan supervisi di dalam kelas saja tapi juga melakukan supervisi administrasi perlengkapan mengajar guru. 
  4. Menurut Saya, jika Saya saat ini menjadi seorang kepala sekolah yang perlu melakukan supervisi, dimana posisi Saya sehubungan dengan gambaran ideal di atas dari skala 1 s/d 10? Situasi belum ideal 1 dan situasi ideal 10. Menurut saya gambaran ideal saya berada di posisi 8. 
  5. Aspek apa saja yang Saya butuhkan untuk dapat mencapai situasi ideal itu? Untuk mencapai aspek ideal tersebut saya harus menjadi guru yang siap disupervisi baik secara administratif maupun secara langsung di kelas.

Materi & Pemahaman Tentang Pembelajaran Sosial Emosional

Assalamualaikum wr wb

Tabik Pun,

Salam dan Bahagia,

Pada kesempatan kali ini saya akan memaparkan Koneksi antar  materi modul 2.2 dari pendidikan guru penggerak. Modul 2.2 mempelajari tentang "Pembelajaran Sosial Emosional (PSE)". Yang mana dalam materi PSE tersebut saya akan menjelaskan  kesimpulan tentang perubahan pengetahuan, keterampilan, sikap sebagai pemimpin pembelajaran setelah mempelajari pembelajaran sosial dan emosional dan apa kaitan pembelajaran sosial dan emosional yang telah anda pelajari dengan modul-modul sebelumnya.

Dalam penelitian tentang Pembelajaran Sosial dan Emosional:

  • Guru yang memiliki kompetensi sosial dan emosional yang baik lebih efektif dan cenderung lebih resilien/tangguh dan merasa nyaman di kelas  karena mereka dapat bekerja lebih baik dengan murid.
  • Adanya keterkaitan antara kecakapan sosial dan emosional yang diukur ketika TK dan hasil ketika dewasa di bidang pendidikan, pekerjaan, pelanggaran hukum, dan kesehatan mental.

Sabtu, 05 November 2022

"Budaya Positif"

 Assalamualaikum wr wb

Tabik Pun,

Salam Bahagia,

Pada kesempatan kali ini saya akan memaparkan rangkuman materi modul 1.4 dari pendidikan guru penggerak. Modul 1.4 mempelajari tentang "Budaya Positif". Yang mana dalam materi budaya positif tersebut tediri dari :

1. Disiplin Positif dan Nilai-nilai Kebajikan Universal

2. Teori Motivasi, Hukuman dan Penghargaan, Restitusi

3. Keyakinan Kelas

4. Kebutuhan Dasar Manusia dan Dunia Berkualitas

5. Restitusi: 5 Posisi Kontrol

6. Restitusi: Segitiga Restitusi

Disini saya akan membahas satu demi satu terkait enam pokok bahasan di atas. 

1.   Disiplin Positif dan Nilai-nilai Kebajikan Universal 

Disiplin berasal dari bahasa latin yang artinya "belajar", disiplin disini maksudnya adalah usaha untuk mencapai tujuan namun dalam budaya kita disiplin selalu diartikan sebagai kepatuhan yang harus dilakukan atau ketidaknyamanan. Dalam menumbuhkan dan membangun nilai disiplin dalam diri murid maka perlunya kebiasaan yang lama kelamaan kebiasaan tersebut akan menjadi budaya  di sekolah, sehingga dalam menerapkan kebiasaan disiplin tersebut menjadi suatu kebutuhan untuk mewujudkan visi bukan menjadi tuntutan atau keterpaksaan.  Nilai-nilai kebajikan adalah sifat-sifat positif manusia yang merupakan tujuan mulia yang ingin dicapai setiap individu. Nilai-nilai tersebut bersifat universal, dan lintas bahasa, suku bangsa, agama maupun latar belakang. Berikut pendapat para ahli yang dapat dijadikan rujukan untuk menerapkan nilai-nilai kebajikan.