Assalamualaikum wr wb
Tabik Pun,
Salam Bahagia,
Pada kesempatan kali ini saya akan memaparkan rangkuman materi modul 1.4
dari pendidikan guru penggerak. Modul 1.4 mempelajari tentang "Budaya
Positif". Yang mana dalam materi budaya positif tersebut tediri dari :
1. Disiplin Positif dan Nilai-nilai Kebajikan Universal
2. Teori Motivasi, Hukuman dan Penghargaan, Restitusi
3. Keyakinan Kelas
4. Kebutuhan Dasar Manusia dan Dunia Berkualitas
5. Restitusi: 5 Posisi Kontrol
6. Restitusi: Segitiga Restitusi
Disini saya akan membahas satu demi satu terkait enam pokok bahasan di atas.
1. Disiplin Positif dan Nilai-nilai Kebajikan
Universal
Disiplin berasal dari bahasa latin yang artinya "belajar",
disiplin disini maksudnya adalah usaha untuk mencapai tujuan namun dalam budaya
kita disiplin selalu diartikan sebagai kepatuhan yang harus dilakukan atau
ketidaknyamanan. Dalam menumbuhkan dan membangun nilai disiplin dalam diri
murid maka perlunya kebiasaan yang lama kelamaan kebiasaan tersebut akan
menjadi budaya di sekolah, sehingga dalam menerapkan kebiasaan disiplin
tersebut menjadi suatu kebutuhan untuk mewujudkan visi bukan menjadi tuntutan
atau keterpaksaan. Nilai-nilai kebajikan adalah sifat-sifat positif
manusia yang merupakan tujuan mulia yang ingin dicapai setiap individu.
Nilai-nilai tersebut bersifat universal, dan lintas bahasa, suku bangsa, agama
maupun latar belakang. Berikut pendapat para ahli yang dapat dijadikan rujukan
untuk menerapkan nilai-nilai kebajikan.
• Setiap perilaku/perbuatan memiliki suatu tuiuan. (Dr. William Glasser pada Teori Kontrol,
1984)
• Dengan mengaitkan nilai-nilai kebajikan yang diyakini seseorang maka motivasi
intrinsiknya akan terbangun, sehingga menggerakkan motivasi dari dalam untuk dapat
mencapai tujuan mulia yang diinginkan. (Diane Gossen, 1998)
• Nilai-nilai kebajikan yang ingin dicapai oleh setiap anak Indonesia kita kenal dengan Profil
Pelajar Pancasila. Yaitu :
- Beriman, Bertaqwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia.
- Mandiri
- Bernalar Kritis
- Berkebinekaan Global
- Bergotong royong
- Kreatif
2. Teori Motivasi, Hukuman dan Penghargaan, Restitusi
Selama menjadi guru mungkin kita pernah memberikan akibat dari kesalahan
yang dilakukan murid dengan tujuan mendisiplinkan murid. Namun tanpa kita
sadari mungkin akibat yang kita berikan tersebut merupakan sebuah hukuman. Atau
mungkin kita pernah mengapresiasi pencapaian murid dalam bentuk penghargaan.
Hukuman dan penghargaan yang diberikan dapat menimbulkan motivasi ekstrinsik
pada diri murid, untuk itu sebagai guru kita harus menghindari pemberian
hukuman dan penghargaan pada murid karena hal tersebut dapat mempengaruhi
prilaku murid. karena motivasi yang muncul pada murid adalah motivasi berupa :
1. Untuk menghindari
ketidaknyamanan/hukuman (motivasi esktrinsik)
2. Untuk mendapatkan imbalan dari orang lain/institusi(motivasi esktrinsik)
Seperti pendapat berikut : Bahwa penghargaan berlaku ‘sama’ dengan
hukuman, dalam arti meminta atau membujuk seseorang melakukan sesuatu untuk
memenuhi suatu tujuan tertentu dari orang yang meminta/membujuk. Dorongannya
eksternal dan akan ada faktor ketergantungan. Beberapa dampak dari pemberian
penghargaan (Alfie Kohn, 1993). Karena faktanya dalam kegiatan pemberian
penghargaan dinilai tidak efektif memotivasi murid dalam jangka panjang. Ada
bentuk lain yang dapat kita lakukan untuk menghargai usaha murid yaitu dengan
cara memberikan apresiasi berupa pemberian pengakuan secara khusus dan pribadi
kepada murid yang dilakukan secara bergantian kepada seluruh murid.
untuk menghindari hal tersebut maka kita sebagai guru sebaiknya menerapkan
restitusi.
Restitusi adalah
proses menciptakan kondisi bagi murid untuk memperbaiki kesalahan mereka, sehingga mereka bisa kembali pada kelompok mereka,
dengan karakter yang lebih kuat. Restitusi juga merupakan proses kolaboratif yang
mengajarkan murid untuk mencari solusi untuk masalah mereka, dan membantu
murid berpikirtentang orang seperti apa yang mereka ingin menjadi (tujuan
mulia), dan bagaimana mereka harus memperlakukan orang lain(Gossen; 2004)
Restitusi merupakan pilihan yang dapat dilakukan yang mengakibatkan
munculnya motivasi intrinsik pada diri murid yang dapat mempengaruhi prilaku
murid dalam waktu yang panjang bahkan dapat melekat menjadi kebiasaan positif
bagi murid untuk menghargai dirinya(motivasi intrinsik).
1. Bukan untuk menebus kesalahan, namun untuk belajar
dari kesalahan.
2. Memperbaiki hubungan.
3. Tawaran, bukan paksaan.
4. Restitusi menuntun untuk melihat ke dalam diri.
5. Restitusi mencari kebutuhan dasar yang mendasari
tindakan.
6. Restitusi-diri adalah cara yang paling baik.
7. Restitusi fokus pada karakter bukan tindakan.
8. Restitusi fokus pada solusi.
9. Restitusi mengembalikan murid yang berbuat salah pada
kelompoknya.
3. Keyakinan Kelas
Untuk mendukung motivasi intrinsik, kembali ke nilai-nilai/keyakinan-keyakinan lebih menggerakkan seseorang dibandingkan mengikuti serangkaian peraturan-peraturan. Untuk membiasakan murid bertanggung jawab dan menumbuhkan kebiasaan disiplin kita sebagai guru dapat mengajak murid membuat keyakinan kelas secara bertanggung jawab sehingga dapat dilaksanakan dengan sepenuh hati dan menimbulkan motivasi dalam diri murid sebagai suatu hal yang positif. Keyakinan kelas dibuat bukan dengan kata-kata larangan tapi dengan kata-kata yang lebih memotivasi seperti "Mengetuk pintu sebelum memasuki kelas sebagai upaya saling menghormati"
4. Kebutuhan Dasar Manusia dan Dunia Berkualitas
Kebutuhan dasar manusia dapat dilihat dalam diagram
berikut ini :
Setiap murid membutuhkan kebutuhan dasar tersebut. Jika ada satu saja kebutuhan dasar tersebut yang tidak terpenuhi maka akan berdampak pada prilaku murid. Murid yang berprilaku negatif biasanya mereka membutuhkan kebebasan, kesenangan, dan kasih sayang dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia dalam dirinya. Untuk itu sebagai guru kita perlu juga memperhatikan kebutuhan dasar manusia pada diri murid dalam upaya memperbaiki laku murid.
Demikianlah pemaparan saya terkait kesimpulan dari materi modul 1.4 tentang "Budaya Positif". Tanggapan positif sangat saya harapkan dari para pembaca guna perbaikan dan penambahan pengetahuan pada diri saya. Terima kasih..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar